Demo PPKM di Balaikota Tangsel, Puluhan Massa HMI Pamulang Dibubarkan Paksa dan Ditangkap Polisi

Terkini.id, Tangsel – Puluhan massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dibubarkan paksa polisi didepan Balaikota Tangsel, Senin 26 Juli 2021.

Aksi massa yang sedianya membawa empat tuntutan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), itu dibubarkan paksa sebelum melakukan orasi.

Pantauan wartawan, massa aksi tqmpak langsung kocar-kacir setelah dibubarkan paksa. Puluhan massa tersebut langsung dibawa ke Polres Tangsel menggunakan mobil Satpol PP.

Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Kota Tangsel Gelar Musyawarah Daerah ke IV

Salah satu saksi mata, Ihya Ulumudin mengatakan, massa aksi tidak sempat menggelar orasi dan langsung dibubarkan paksa oleh petugas. 

“Tidak sempat orasi, massa sudah dibubarkan petugas. Informasinya, massa aksi dibawa ke Polres menggunakan mobil Satpol PP,”terang Ihya saat berbincang dengan Terkini.id.

Baca Juga: Reformasi Agraria Jokowi Terancam Ompong, Pengamat : Buktinya Mafia Tanah...

Informasinya, massa aksi membawa empat tuntutan, yang pertama aksi massa dari HMI Pamulang mendesak Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie untuk melakukan evaluasi soal penerapan PPKM Darurat. 

Tuntutan kedua, HMI Pamulang mendesak pencopotan Kepala Satpol PP Tangsel, Mursinah. Mereka menilai, Mursinah dianggap tidak becus mengurus bawahannya.

Bahkan tuntutan ketiga, HMI Pamulang mendesak Pemkot Tangsel untuk melakukan publikasi informasi perkembangan vaksinasi dan penyaluran bantuan sosial (Bansos).

Baca Juga: Dianiaya Ayah Kandung dan Ibu Tiri, Perempuan Belasan Tahun Alami...

Selain itu, tuntutan keempat, massa HMI Pamulang mendesak Camat Pamulang, Mukroni untuk  dicopot dari jabatannya.

Informasinya, aksi tersebut dilakukan menyusul adanya petugas Satpol PP Kecamatan Pamulang, membentak-bentak salah satu pedagang saat penerapan PPKM Darurat. (Don).

Bagikan