Data Bansos Dinas Sosial Tangsel Dikritik PSI, Dinsos: Warga Jangan Panik

Terkini.id, Tangsel – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Emanuella Ridayati mengkritisi buruknya sistem pendataan data bantuan sosial (bansos) di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel.

Anggota Fraksi PSI DPRD Tangsel, itu pun beranggapan, secara spesifik sistem dan data yang ada di Dinsos sangat buruk dan mengecewakan.

Anggapan itu dinilai dari program pemerintah berfokus terhadap masalah-masalah sosial masyarakat, belum menjadi prioritas yang utama disaat masa pandemi.

Baca Juga: Gempar Kritik Pengadaan Pakaian Anggota DPRD Kota Tangerang

“Kami berharap adanya perubahan serta inovasi perbaikan sistem pendataan, maupun penyaluran yang dapat mengurangi margin tingkat akurasi data penerima,” terang Emanuella Ridayati melalui keterangan tertulisnya, Jum’at 9 Juli 2021.

“Hal ini sangat penting untuk diperbaiki dan diperhatikan Pemkot Tangsel, beserta dinas-dinasnya agar kepercayaan masyarakat kepada Pemkot dapat terjaga dan bahkan tidak hilang,” ujarnya.

Baca Juga: PSI Targetkan 1 Juta Porsi Rice Box untuk Warga Isoman...

Terpisah, menanggapi kritikan tersebut, Kepala Dinas Sosial Tangerang Selatan, Wahyunoto meminta warga agar jangan panik.

Dinsos Tangsel, kata Wahyu, sudah membuat Surat Edaran (SE). Nanti SE tersebut, menurutnya, akan disebarkan untuk segera disosialisasikan.

“Masyarakat jangan panik. Mereka yang tidak mampu, keluarga miskin tetap didukung oleh bantuan sosial. Jadi jangan panik,” jelas Wahyunoto saat dikonfirmasi Terkini.id melalui selulernya.

Baca Juga: Stok Obat Covid-19 di Tangsel Memprihatinkan, Kadinkes : Sudah Sepekan...

Kendati demikian, Wahyu menjelaskan bahwa bantuan untuk masyarakat sebenarnya sudah ada. Bantuan tersebut diperoleh dari beberapa sumber.

Seperti bantuan prakerja, insentif pekerja, ekonomi koperasi UMKM, ekonomi pariwisata, ekonomi kreatif, sektor keagamaan, kuota internet, subsidi listrik dan lain sebagainya.

“Intinya jangan panik, bantuan itu sudah ada,” tegas dia.

Bantuan untuk Isolasi mandiri

Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, mengklaim telah menyalurkan sebanyak 1800 paket sembako. Bantuan tersebut telah didistribusikan melalui kecamatan untuk warga yang melakukan isolasi mandiri (Isoman), terutama warga miskin.

“Kita taktis ya jadi kita tidak juga dengan SOP seperti itu, mendapatkan daftar kemudian diberikan. Karena kita khawatir justru tidak akan sesuai substansi membantu, tapi mempersulit,”kata Wahyunoto.

“Tidak seperti itu, jadi kita sudah bagikan melalui kecamatan-kecamatan dan kelurahan. Jadi kelurahan dan kecamatan selektif,”bebernya. (Don).

 

Bagikan