Lomba MTQ Saat PPKM Darurat di Tangsel Jadi Sorotan

Terkini.id, Tangsel – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ ke XII Tangerang Selatan (Tangsel) yang digelar di Komplek Balaikota Tangsel jadi sorotan, Sabtu 3 Juli 2021.

Pasalnya, penyelenggaraan tersebut digelar saat Tangsel menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Penyelenggaraan tersebut disinyalir melanggar Surat Edaran Wali Kota Tangerang Selatan nomor 443/2227/Huk, tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat corona virus disease 2019.

Baca Juga: PSI Targetkan 1 Juta Porsi Rice Box untuk Warga Isoman...

Pantauan wartawan, penyelenggaraan MTQ ke XII dilaksanakan di Masjid Al I’tishom dan di Loby Komplek Balaikota Tangsel. 

Ketua LTQ Tangsel, Sobron saat dikonfirmasi mengaku penyelenggaraan tersebut dibuka ketika PPKM Darurat belum diberlakukan.

Baca Juga: Selama PPKM Darurat, Kapolri Sebut Telah Salurkan 475.420 Paket dan...

“Pembukaan itu dilakukan pada saat tanggal 1 sore, itu belum diberlakukan PPKM Darurat. Tanggal 2 ini, penyelenggaraan di hari pertama, rencananya dua hari penyelenggaraan ini,” terang Sobron saat dikonfirmasi Terkini.id.

Meski begitu, Sobron mengklaim penyelenggaraan MTQ XII dilakukan tanpa penonton untuk menghindari kerumunan. Pesertanya, kata dia, hanya dari tujuh kecamatan yang ada di Tangsel.

“Penyelenggaraan ini tidak ada penonton dan hanya peserta dan dewan juri, kan hanya dari Tangsel saja. Para peserta ini nanti setelah tampil langsung pulang, karena kan dilarang untuk berkerumun,”urainya.

Baca Juga: Pemkot Tangsel dan BIN Distribusikan Vaksin, Benyamin Davnie : 228...

Sementara, salah satu peseeta Tilawah anak-anak ,Ar (15), mengaku sangat menikmati perlombaan tersebut. Bahkan, bocah asal Kecamatan Pamulang tersebut mengaku ikut lomba untuk mewakili Kecamatan Ciputat Timur.

“Saya senang pak, ini teman saya sudah satu juz. Kalau saya dari Pamulang untuk mewakili Ciputat Timur. Tidak, tadi tidak ada periksa seperti itu (Swab, red),” kata Ar saat berbincang dengan wartawan.

Terpisah, Sekretaris Fraksi PSI DPRD Tangerang Selatan, Alex Prabu mengkritisi penyelenggaraan MTQ XII yang diselenggarakan di Komplek Balaikota Tangsel.

Menurut Alex, penyelenggaraan tersebut telah melanggar aturan dalam PPKM Darurat. Dia menduga penyelenggaraan terkesan dipaksakan.

“Harusnya penyelenggaraan ini tidak terjadi, apalagi Tangsel telah menerapkan PPKM Darurat. Seakan penyelenggaraan ini terkesan dipaksakan ya, apa tidak ngerti aturan atau bahkan sengaja penyelenggaranya,” tegas Alex Prabu.

Sekedar informasi, dalam potongan SE Walikota Tangsel nomor 443/2227/Huk, tentang pemberlakuan PPKM Darurat, menyebutkan kegiatan yang dilarang saat PPKM Darurat diberlakukan.

Kegiatan yang dilarang itu seperti kegiatan seni budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa.

Selain itu, penutupan untuk rumah ibadah seperti masjid, musholla, gereja, pura, vihara dan klenthen ditutup untuk sementara waktu selama PPKM Darurat diberlakukan. (Don).

 

Bagikan