Menjadi Bagian Kluster Ibukota, Tangsel Jadi Perhatian Serius Pemerintah Pusat

Terkini.id, Tangsel – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Ma’ruf Amin menegaskan, ancaman covid-19 di Indonesia saat ini belum berakhir. Bahkan dalam kasus kali ini disebutkan mengalami peningkatan.

Wapres mengatakan, dalam kasus covid-19 terjadi trend peningkatan pasca libur lebaran akibat interaksi sosial dan akibat interaksi sosial, aktivitas ekonomi serta masuknya virus covid-19 varian Delta.

Dengan adanya peningkatan itu, Ma’ruf Amin meminta semua pihak agar lebih berhati-hati dengan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi covid-19. Sebab, pemerintah melihat peningkatan tersebut berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit.

Baca Juga: Lomba Baca Teks Proklamasi Fraksi PKS, Teguh Wibowo Mewakili Kota...

“Kita semua harus lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Dampak dari meningkatnya kasus covid-19 dalam satu bulan terakhir ini berpengaruh pada tingkat keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit bagi pasien covid-19,” jelas Wapres Ma’ruf Amin, seperti dikutip Terkini.id dari channel youtube Yayasan Dewa Dewi Dedi Indonesia, Rabu 30 Juni 2021.

Baca juga : Puluhan Ribu Warga Serbu Lokasi Vaksinasi 18+ di Tangsel

Baca Juga: Telusuri Tangsel, Komunitas Moge Beri Bantuan Warga Terdampak Pandemi

“Informasi yang saya terima untuk Kota Tangerang Selatan, bahwa BOR ICU sudah mencapai 98 persen dari total 51 kamar ICU yang tersedia, dan BOR isolasi sudah mencapai 86 persen dari 645 tempat tidur. Hanya tersisa 93 tempat tidur per 25 Juni 2021,” terang Wapres Ma’ruf Amin.

Dalam melihat trend lonjakan kasus dan peningkatan BOR rumah sakit, Ma’ruf menuturkan, bahwa Pemerintah dan Pemda telah berupaya menambah jumlah tempat tidur dan tenaga kesehatan.

Baca juga : Buntut Intimidasi Kadispora, Pemkot Tangsel Didemo Wartawan

Baca Juga: Mobil Sedan Halangi Ambulans, Polisi Panggil Pemilik

Selain penambahan tempat tidur dan tenaga kesehatan, sambung Ma’ruf, bahwa Pemerintah juga melakukan pementasan mobilitas masyaralat lebih ketat. Seperti melakukan intesivikasi pelaksanaan testing dan tracing serta melakukan vaksinasi secara besar-besaran.

“Upaya percepatan vaksinasi untuk membentuk community yang ditargetkan 70 persen secara nasional atau 181,5 juta penduduk, dengan target per hari 1 juta dan secara bertahap akan ditingkatkan 2 juta per hari. Untuk mencapai program tersebut, vaksinasi di daerah harus selaras dengan program vaksinasi nasional,” jelasnya.

Baca juga : Peringati Hari Bhayangkara ke 75, Polsek Tebet Buka Gerai Vaksinasi

Disisi lain, dalam melihat adanya peningkatan di Kota Tangerang Selatan, Wapres menargetkan vaksinasi harus mencapai angka 800 ribu orang. Sebab, Tangerang Selatan merupakan bagian klaster Ibu Kota.

“Khusus untuk Kota Tangerang Selatan, sebagai bagian klaster Ibu Kota, dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa, maka untuk mencapai herd immunity vaksinasi harus mencapai sekitar 800 ribu orang,”ujar Wapres Ma’ruf Amin.

“Dengan target vaksinasi minimal 5.000 orang per hari. Untuk itu, Saya sangat mendorong percepatan capaian target vaksinasi melalui sentra vaksinasi seperti yang dilakukan pada hari ini,”pungkasnya. (Don).

Bagikan