Angkot dan Pasar Jadi Obyek Terbanyak Pelanggaran KTR di Tangsel

Terkini.id, Tangsel – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan upaya pengawasan dan penegakan Perda nomor 4 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Jum’at 25 Juni 2021.

Petugas penegakan Perda tersebut razia melakukan razia dibeberapa wilayah seperti di gedung perkantoran pemerintah, sekolah dan terakhir di Gedung DPRD Tangerang Selatan, Kamis 24 Juni 2021, kemarin.

Informasi yang diperoleh Terkini.id, penertiban Perda KTR yang dilakukan Satpol PP dan No Tobacco Community (NOTC) masih mendapati beberapa asbak dan puntung rokok di gedung dewan. 

Baca Juga: Dapat Bantuan 50 Tabung Oksigen, Pemkot Tangsel Fokuskan untuk Kebutuhan...

Kepala seksi penyelidikan dan penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Alfachry mengatakan, dalam razia yang digelar di DPRD Tangsel pihaknya berhasil mengamankan 1 asbak dan masih terlihat beberapa puntung rokok yang bertebaran.

“Satu asbak kita amankan, dan kami masih melihat puntung rokok yang masih bertebaran. Kita sudah razia di beberapa ruangan dan hanya itu yang kami temukan diruang press room,” terang Muksin Alfachry kepada Terkini.id.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi dan Kemampuan Guru Memasuki Dunia Digital, Pemkot Tangsel...

Dengan demikian, Muksin menjelaskan, masih terdapat beberapa jenis pelanggaran yang masig ditemukan saat melakukan pengawasan dan penertiban.

Pelanggaran yang sering ditemukan itu, seperti tidak adanya tanda larangan merokok. Pasalnya, hal itu menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat kepatuhan KTR di Kota Tangerang Selatan.

“Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah “Tidak Adanya Tanda Larangan Merokok” di KTR. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat kepatuhan KTR di Kota Tangerang Selatan,” ujar Muksin.

Baca Juga: TPU Jombang Tidak Gratis untuk Jenazah Covid-19, Ini Besaran Retribusi...

“Karena tingkat kepatuhan total KTR ditentukan dari 8 indikator dimana jika salah satu indikator tidak terpenuhi maka dinyatakan kawasan tersebut tidak patuh KTR,” bebernya.

NOTC sebut tingkat kepatuhan KTR di Tangsel lebih tinggi dibanding Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ketua No Tobacco Community, Bambang Priono menyebut, tingkat kepatuhan KTR di Tangsel masih rendah. Bambang membeberkan angka kepatuhan KTR baru mencapai sekitar 20 persen.

Menurut Bambang, angka kepatuhan KTR di Tangerang Selatan lebih tinggi jika dibandingkan dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Perbandingan angka kepatuhan kota atau kabupaten lain, kalau di Kota Bogor itu yang kita lakukan itu sudah lumayan tinggi. Tapi kalau Kabupaten Bogor juga rendah sih, lebih rendah dari Tangsel,” kata Bambang Priono.

“Pelanggaran KTR di Tangsel didominasi di angkot dan pasar,” urainya.

Bagikan