Kadispora Tangsel Emosi ke Wartawan Usai Diperiksa Kejaksaan

Terkini.id, Tangsel – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Etol Wiwi Martawijaya tampak emosi terhadap wartawan. 

Informasi yang berhasil dihimpun Terkini.id menyampaikan, peristiwa itu buntut dari kehadiran Wiwi, usai diperiksa penyidik di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Selasa 22 Juni 2021.

Menurut sang wartawan, Yudi, insiden itu bermula lantaran Etol Wiwi Martawijaya, tidak suka dengan pemberitaan kasus yang berkembang seputar kasus korupsi dana hibah Pemkot Tangsel 2019.

Baca Juga: Dapat Bantuan 50 Tabung Oksigen, Pemkot Tangsel Fokuskan untuk Kebutuhan...

Meski, dalam kasus korupsi dana hibah Pemkot Tangsel 2019 telah menyeret dua petinggi KONI Tangsel sebagai tersangka.

“Beliau terlihat tidak suka dengan pemberitaan kasus yang berkembang, sikap beliau tidak mencerminkan sebagai aparatur daerah,” terang Yudi Wibowo.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi dan Kemampuan Guru Memasuki Dunia Digital, Pemkot Tangsel...

Yudi menilai, perilaku arogansi Kadispora Tangsel tersebut dianggap dapat mengancam kebebasan pers dalam iklim demokrasi.

“Seharusnya beliau menggunakan hak menyatakan sikap, bersedia diwawancarai oleh wartawan yang butuh cover both side dalam menjalankan tugas jurnalistiknya,” ujarnya.

Kadispora Tangsel, Etol Wiwi Martawijaya mengaku emosi

Baca Juga: TPU Jombang Tidak Gratis untuk Jenazah Covid-19, Ini Besaran Retribusi...

Terpisah, ketika dikonfirmasi Terkini.id terkait insiden tersebut, Etol Wiwi Martawijaya membenarkan adanya peristiwa itu.

Wiwi mengaku emosi lantaran pemberitaan yang ditulis Yudi, dengan judul “Aliran Dana Korupsi Diduga Mengalir ke Pejabat Dispora Tangsel” dinilai tendensius.

“Yang saya bikin emosi adalah berita di atas yang tendensius (Aliran Dana Korupsi Diduga Mengalir ke Pejabat Dispora Tangse, red), juga kalimat bahwa sampai berita ini diturunkan Kadispora tidak dapat dikonfirmasi,” ujar Etol Wiwi Martawijaya kepad Terkini.id.

“Padahal si Yudi tidak pernah konfirmasi terkait berita itu, melalui WA maupun telepon. Apalagi melalui wawancara langsung,” sambungnya.

Insiden dugaan intimidasi jadi perhatian organisasi wartawan

Di tempat terpisah, insiden wartawan tersebut mendapat perhatian dari organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO) Tangerang Raya. 

Ketua IWO Tangerang Raya, Hasan Kurniawan menyebut, insiden pejabat kepada insan pers seharusnya tak terjadi jika pejabat memahami UU Pers nomor 40 tahun 1999.

“Kita sangat menyayangkan insiden intimidasi ini ya, andai saja pejabat tersebut memahami UU Pers nomor 40 tahun 1999 hal ini tidak akan terjadi. Wartawan kan punya hak untuk konfirmasi kepada yang bersangkutan agar beritanya berimbang,” terang Hasan Kurniawan.

Informasi yang berhasil dihimpun, insiden tersebut telah dilaporkan ke Polres Tangsel dengan bsernomor : LP/B/744/VI/2021/SPKT/Polres Tangerang Selatan/Polda Metro Jaya.

Bagikan