Ruang ICU di Tangsel Menipis, Begini Solusi Pemkot

Terkini.id, Tangsel – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) berupaya memaksimalkan operasional Rumah Sakit Umum (RSU) Pakulonan yang berada di Kecamatan Serpong Utara.

Pengoperasian RSU Pakulonan itu dilakukan menyusul menipisnya ruang perawatan intensif atau Intensive Care Unit (ICU) dibeberapa rumah sakit di Tangsel, pasca wilayah setempat menyandang zona oranye, Senin 21 Juni 2021.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya mengoperasikan RSU Pakulonan, Serpong Utara, dengan dilengkapi 6 ruang ICU. 

Baca Juga: Dapat Bantuan 50 Tabung Oksigen, Pemkot Tangsel Fokuskan untuk Kebutuhan...

Bahkan dalam persiapan tersebut, sekitar 70 sampai 100 tempat tidur isolasi dipersiapkan untuk menjawab menipisnya ruang ICU dibeberapa rumah sakit.

“Saya mengoperasikan Rumah Sakit Serpong Utara, ada 6 ICU di sana dan paling tidak minimum ada 70 tempat tidur isolasi. Bahkan bisa di tingkatkan jadi 100 tempat tidur isolasi, itu yang kita lakukan hari ini dan kemarin,” terang Benyamin Davnie.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi dan Kemampuan Guru Memasuki Dunia Digital, Pemkot Tangsel...

“Mudah-mudahan ini bisa membantu, sambil saya juga sudah meminta kepada rumah sakit-rumah sakit swasta untuk paling tidak mempertahankan kapasitas ruang yang ada, baik ICU maupun isolasi. Syukur bisa nambah 30 persen,” tambahnya.

Benyamin menjelaskan, tidak ada prosedur yang rumit bagi masyarakat dalam menggunakan fasilitas ICU. Bahkan, Benyamin menyarankan agar warga untuk mengakses nomor 119.

“Biasa, kalau prosedur penerimaan seperti biasa, syukur masyarakat bisa mengakses 119. Kemudian 119 nanti akan menyalurkan ke mana ada rumah sakit yang kosong,” bebernya.

Baca Juga: TPU Jombang Tidak Gratis untuk Jenazah Covid-19, Ini Besaran Retribusi...

Pengoperasian RSU Pakulonan butuh anggaran Rp 100 milliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Bambang Noertjahjo menjelaskan, pengoperasian RSU Pakulonan membutuhkan anggaran sekitar Rp 100 milliar, untuk melayani pasien bergejala ringan dan sedang.

Kebutuhan anggaran tersebut, menurut Bambang, akan dilakukan dengan cara bertahap hingga hingga tahun 2022.

“Itu bertahap, kalau bicara kebutuhan total mungkin lebih dari 100 milliar. Tapi kita akan bertahap memenuhi kebutuhan itu di anggaran perubahan dan juga di tajun 2022,” ujar Bambang Noertjahjo.

Kendati demikian, guna mengoptimalkan pengoperasian RSU Pakulonan, Pemkot Tangse juga berupaya mengajukan anggaran kepada Pemerintah Propinsi (Pemrop) Banten sebesar Rp 30 milliar.

 

Bagikan