4 dari 7 Tersangka Pemerkosa ABG di Pondok Jagung Ditangkap, Ketua FKW: Lanjutkan Prosesnya

Kiri ke kanan, Ketua Mitra Polri Pondok Jagung Reza Yudhistira bersama ketua Forum Komunikasi Warga Pondok Jagung Joko Widikdo dan Ketua RT.05 Rw.02 Sinan. (Foto/Jkw)
Kiri ke kanan, Ketua Mitra Polri Pondok Jagung Reza Yudhistira bersama ketua Forum Komunikasi Warga Pondok Jagung Joko Widikdo dan Ketua RT.05 Rw.02 Sinan. (Foto/Jkw)

Terkini.id, Tangsel – Polsek Pagedangan mengungkapkan bahwa saat ini pihak Kepolisian telah mengamankan 4 dari 7 tersangka terkait kasus meninggalnya OR seorang gadis ABG di Pondok Jagung Serpong Utara Tangerang Selatan yang di duga sebelumnya di cekoki pil excimer dan diperkosa secara bergantian.

Para tersangka yang sudah di amankan yakni Fiqri Fadhilah yang ternyata juga pacar korban, Sudirman alias Jisung, Denis Endrian alias Boby, dan Anjayeni.

“3 orang lagi masih dalam pencarian (DPO, red) beriniaial R, Dr, dan Dk,” ujar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Efri dikonfirmasi awak media, Sabtu 13 Juni 2020.

Berdasarkan keterangan kepolisian kronologis kejadian berawal pada bulan April 2020, saat itu korban bersama tersangka Fikri Fadhilah memang berpacaran melalui media sosial Facebook,

Kemudian pada tanggal 18 April 2020 sekitar pukul 01.00 WIB tersangka Fikri menjemput korban dan membawa korban kerumah tersangka Sudirman yang beralamat di RT 004, RW 004, Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Sesampainya dirumah tersangka Sudirman, pelaku lainnya sudah ada di rumah Sudirman, mereka sebagian diluar rumah, dan sebagian lagi berada didalam rumah. Saat itu korban meminta pil kuning (Excimer) sebelum melakukan persetubuhan dan meminta uang Rp100 ribu kepada setiap orang untuk bisa menyetubuhinya.

Selanjutnya, atas permintaan tersebut Sudirman pergi keluar untuk membeli pil Excimer sesuai permintaan pelaku dan kembali lagi setelah 20 menit dengan membawa 3 pil Excimer.

Kemudian tersangka Fikri memberikan Excimer itu kepada korban dan langsung diminum 3 pil sekaligus.

Setelah pil tersebut diminum, korban terlihat ngelantur dan mabuk, dan para tersangka pun menyetubuhi korban dengan memberikan uang masing- masing Rp100 ribu kepada korban.

Atas kejadian itu korban mengalami sakit, dan pada tanggal 26 Mei 2020 korban dibawa ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong tetapi kemudian diambil paksa oleh keluarganya pada tanggal 9 Juni 2020 ketika kondisi korban masih sakit untuk dirawat dirumah, lalu pada tanggal 11 Juni 2020 korban menghembuskan nafas terakhir nya dirumahnya.

Ketua Forum Komunikasi Warga Pondok Jagung, Joko Widikdo mengutuk keras perbuatan biadab para pelaku pemerkosaan terhadap OR (16th), apapun alasannya tindakan meraka tidak dapat ditoleransi, Joko turut berbela sungkawa atas kejadian yang dialami oleh korban yang merupakan warga tinggal di RT.002 RW.001 kelurahan Pondok Jagung, Serpong, Utara Tangerang Selatan tersebut.

“Secara pribadi dan saya kira seluruh warga Pondok Jagung mengutuk keras perbuatan biadab para Pelaku pemerkosaan yang di lakukan terhadap OR gadis usia 16 thn yang merupakan warga di Pondok Jagung, apapun alasannya tindakan mereka tidak dapat di toleransi dan di maafkan. Mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya,” Kata Joko pada Minggu 14 Juni 2020.

Joko berharap kasus ini tetap di proses secara hukum walaupun katanya telah disepakati upaya perdamaian oleh masing masing pihak keluarga, karena kesepakatan itu tidak berarti menghilangkan proses pidananya. Apalagi Korban merupakan anak di bawah umur di perkosa secara beramai ramai yang akhirnya berujung pada kematian.

“Saya harap pihak Polres Kota Tangsel tetap melanjutkan kasus ini dan mempidanakan semua pelaku” ujarnya.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Kronologisnya menurut Rohim paman OR kepada awak media , tindakan keji yang dialami OR berlangsung sebelum Idul Fitri kemarin. Namun Rohim kurang begitu mengingat tanggal kejadian. Ketika itu, OR dikabarkan dalam kondisi tak sadar di suatu tempat di wilayah Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang dan diantar pulang oleh pihak keluarga pelaku.

Nenek OR, Rumsiah sempat cerita di rumah duka sebelum meninggal cucunya itu diperkosa lebih dari 5 orang remaja di wilayah Cihuni, termasuk juga oleh pacarnya sendiri.

Pihak keluarga, memutuskan tak melapor ke polisi lantaran keluarga pacarnya datang ke rumah dan berjanji akan bertanggung jawab.

Berbeda dengan rilis pihak kepolisian, salah satu teman korban OR yang ditemui di lokasi, Diah Fitrianingrum (21), mengungkap jika OR dipaksa minum pil excimer 2 butir lebih, mungkin karena dia enggak tahu, setelah diminum OR tak sadarkan diri baru kemudian peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi.

DF juga meceritakan bahwa OR kadang kerap tidur menginap dirumah DF, itu karena OR kerap kali diusir oleh bibinya dari tempat tinggal selama ini, karena ibunya OR sudah lama meninggal dan bapaknya menikah lagi sementara OR dititipkan dirumah bibinya yang kadang mengusirnya dan tidur dirumah saya berhari-hari, tapi nanti dijemput lagi oleh bibinya dan ity terjadi berulang-ulang, kehidupan OR sangat memprihatinkan,” tutup Diah.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Gelora Tangsel Launching Akademi Manusia Indonesia (AMI)

DPD LPM Kota Tangsel Gelar Penguatan dan Pembinaan Kelembagaan

Jadi Objek Wisata Baru di Tangsel, JPG Japinka Diminati Para Pecinta Gowes

Pemilihan Ketua RW 11 Cluster Flamboyan Alam Sutera, Pesta Demokrasi Dimasa Pandemi

Airin Larang Sholat Idul Fitri di Masjid Selama PSBB

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar