Gubernur Banten Khawatir, New Normal Diberlakulan Kasus Covid19 Malah Melonjak

Terkini.id, Tangsel – Gubernur Banten Wahidin Halim khawatir terhadap melonjaknya kembali kasus positif corona di Banten saat new normal atau adaptasi kebiasaan baru diberlakukan.

Saat transisi jelang pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru menurut Wahidin, masih terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan di Banten.

Salah satunya seperti yang sempat viral beberapa waktu lalu misalnya, kasus penumpukan penumpang calon penumpang di Stasiun Rangkasbitung yang tidak konsisten dalam menjaga jarak atau social distancing.

Baca Juga: Mulai Hari Ini Hingga 19 Desember, PSBB Tangerang Raya Diperpanjang...

Mantan Wali Kota Tangerang tersebut mengakui pelanggaran protokol kesehatan masih terjadi salah satunya lantaran kebijakan penanganan virus corona yang terlalu cepat berubah-ubah.

“Polanya berubah-ubah dan kurang sinergi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Akhirnya saya rasakan menjadi kurang efektif,” kata Wahidin Halim pada Rabu 10 Mei 2020.

Baca Juga: PSBB Tangerang Raya, Gubernur Banten Perpanjang Sampai 17 Mei 2020

Wahidin sangat khawatir pemberlakuan new normal justru akan memicu banyak kerumunan orang.

Misalnya, di mall, tempat kerja hingga tempat ibadah sebab sudah mulai diperbolehkannya untuk dibuka.

Wahidin mengatakan, setelah Lebaran terjadi lonjakan kasus positif corona di Banten.

Padahal sebelumnya grafik penambahan sudah mulai melandai curvanya.

“Sebelumnya sudah sangat landai, bahkan per hari itu hanya 2 sampai 4 orang yang tercatat positif. Tapi semenjak Lebaran kemarin dan begitu dibuka ruang transisi, mulai ada pelanggaran-pelanggaran dan naik sampai 14 orang, bahkan hingga 22 orang terkonfirmasi positif setiap harinya,” kata wahidin.

Sejumlah daerah di Banten, menurut Wahidin juga akhirnya berubah lagi statusnya dari zona hijau menjadi zona kuning menjelang new normal.

Wahidin berharap, saat new normal diberlakukan, sanksi lebih tegas diberikan untuk pelanggar.

Selain itu, perusahaan juga ditekan untuk serius menerapkan protokol kesehatan di lokasi kerja.

“Sudah banyak contoh di negara lain yang terjadi. Kalau kita tidak konsisten dan tidak saling melindungi, apalagi sebatas karena alasan ekonomi dan kita tidak indahkan rambu-rambu protokol kesehatan soal pandemi, saya tidak tahu bagaimana ke depannya nanti,” tutup Wahidin.

Bagikan