Jokowi Teken PP, Gaji Pekerja Dipotong Lagi 3 Persen Untuk Tapera

Presiden Jokowi menandatangani PP Tapera. PP itu akan memotong gaji PNS dan pekerja swasta, dan mandiri, untuk membayarkan iuran Tapera. (Foto/Kris-Biro Setpres).
Presiden Jokowi menandatangani PP Tapera. PP itu akan memotong gaji PNS dan pekerja swasta, dan mandiri, untuk membayarkan iuran Tapera. (Foto/Kris-Biro Setpres).

Terkini.id, Tangsel – Jokowi Teken PP, Gaji Pekerja Dipotong Lagi 3 Persen untuk Tapera, Pemotongan gaji PNS, TNI, Polri, pekerja BUMN, BUMD, dan pegawai swasta itu untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera.

Download PP Nomor 25 Tahun 2020 Disini

Aturan baru itu sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Mei 2020.

Aturan dalam PP tersebut, peserta dana Tapera terdiri dari pekerja, serta pekerja mandiri.

Pengertian pekerja, yaitu setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain sesuai dengan ketentuan. Kemudian, pekerja mandiri adalah setiap warga yang bekerja dengan tidak bergantung pada pemberi kerja.

Golongan pekerja di atas meliputi calon PNS, TNI, anggota Polri, pejabat negara, pekerja BUMN atau BUMD, termasuk pekerja dari perusahaan swasta.

Seluruh golongan peserta itu nantinya wajib didaftarkan sebagai peserta oleh pemberi kerja kepada BP Tapera.

Sedangkan Pekerja mandiri harus mendaftarkan dirinya sendiri kepada BP Tapera untuk menjadi peserta.

Selanjutnya setelah terdaftar, maka iuran pekerja bersumber dari pemberi kerja dan pekerja sendiri.

Sedangkan, simpanan peserta mandiri dibayarkan oleh pekerja mandiri. Lalu, pada pasal 15 disebutkan besaran simpanan peserta pekerja sebesar 3 persen dari gaji atau upah.

“Besaran simpanan peserta untuk peserta pekerja ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5 persen dan pekerja sebesar 2,5 persen,” dalam aturan tersebut tertulis.

Adapun besaran simpanan peserta mandiri, yakni ditetapkan berdasarkan penghasilan rata-rata setiap bulan dalam satu tahun sebelumnya dengan batas tertentu.

Seluruh simpanan peserta mandiri menjadi tanggung jawab pribadi.

Semua peserta bisa membayar simpanan kepada rekening dana Tapera di bank kustodian, melalui bank penampung. Pembayaran simpanan juga bisa dilakukan melalui mekanisme pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh bank kustodian.

Untuk pemberi kerja, wajib membayar simpanan peserta pekerja yang menjadi tanggung jawabnya sekaligus memungut iuran simpanan yang menjadi kewajiban peserta pekerja.

Pemberi kerja wajib menyetorkan iuran simpanan ke rekening dana Tapera paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya dari bulan simpanan yang bersangkutan.

“Apabila tanggal 10 jatuh pada hari libur, simpanan dibayarkan pada hari kerja pertama setelah hari libur tersebut,” bunyi aturan itu.

Ketentuan serupa juga berlaku untuk peserta mandiri. Jika peserta tidak membayar simpanan, maka status kepesertaan Tapera dinyatakan nonaktif.

Pemerintah mengatakan status kepesertaan Tapera dapat diaktifkan kembali setelah peserta melanjutkan pembayaran simpanan. Namun, peserta non aktif, rekening kepesertaannya tetap tercatat di BP Tapera.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Siang Ini, PDI Perjuangan Akan Umumkan Klaster Kedua Paslon Yang Maju di Pilkada 2020

Gugus Tugas Nasional Covid19 Keluarkan Surat Edaran Terkait Jam Kerja di Masa New Normal

Bansos Presiden di Pondok Jagung Tangsel, Terdistribusi dengan Lancar

Baru Turun, Presiden Naikan Lagi Iuran BPJS Kesehatan Melalui Perpres

THR Boleh Ditunda dan Dicicil Perusahaan Yang Kesulitan Bayar, Namun Wajib Dialog Dengan Pekerja

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar